TRANS TV - Menelisik Proses Tradisional Pengolahan Mie Lethek di Bantul | Mie lethek, permata kuliner dari Bantul, Yogyakarta, menawarkan pengalaman rasa yang benar-benar otentik dan unik. Nama “lethek” berasal dari bahasa Jawa yang berarti kusam atau tidak bersih, yang sesuai dengan warnanya yang tidak putih bersih seperti mie instan pada umumnya, melainkan kecoklatan. Warna khas ini berasal dari bahan utamanya, yaitu tepung tapioka dan singkong.
Yang membedakan mie lethek dari mie instan lainnya bukan hanya rasanya yang kenyal dan gurih, tapi juga sejarahnya yang kaya dan cara pembuatannya yang masih tradisional. Mie lethek sering disajikan dalam berbagai hidangan seperti mie goreng atau mie godog, menambah keragaman cita rasa masakan Jawa.
Proses pembuatan mie lethek inilah yang membuatnya begitu istimewa dan langka. Tidak seperti pabrik mie modern, produksi mie lethek di Bantul masih sangat mengandalkan tenaga sapi. Sapi-sapi ini digunakan untuk memutar roda penggiling yang mengaduk adonan singkong dan tapioka. Cara ini membutuhkan kesabaran dan keahlian khusus, karena adonan digiling berulang kali hingga halus dan siap dibentuk menjadi lembaran mie.